KEBERHASILAN PANEN HORTIKULTURA BERSAMA ULTRAGEN

( Hasil panen kentang meningkat dari 12,5 ton per Ha menjadi 23 ton per Ha )

hasil panen 2Cerita sukses ini datang dari konsumen ULTRAGEN yang berdomisili di Garut, Jawa Barat.

Bapak W Abi Rakeyan (WAR) dan Bapak Dhanny Koeswandi (DK) adalah petani yang mempunyai pemikiran yang modern dan terus mencari solusi yang terbaik untuk memajukan pertanian di daerahnya.

Seperti yang kita ketahui bahwa ilmu bertani yang dimiliki oleh masyarakat pertanian pada umumnya adalah diajarkan secara turun temurun oleh generasi sebelumnya. Kemudian diteruskan oleh generasi muda dengan metode yang sama.

Tanpa disadari bahwa Indonesia yang merupakan negara Agraria, pada kenyataannya pada dawasarwa terakhir ini telah menjadi salah satu importir pangan terbesar dikawasan Asia. Sungguh ironis tentunya dengan melihat status dan juga perkembangan dunia pertanian yang terjadi di negara tercinta ini.

Namun bagi sekelompok petani yang memiliki visi dan juga kemauan untuk maju guna mengatasi permasalahan pertanian yang terjadi, justru mendorong mereka untuk terus mencari solusi atas masalah yang ada. Salah satu sumber masalah utama dalam pertanian kita adalah kondisi tanah yang kritis, dimana Keras dan tandusnya lahan pertanian di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor, yang utamanya adalah penumpukan bahan-bahan kimia sisa penggunaan pupuk dan pestisida kimia (an-organik) sebelumnya yang tidak larut dan terikat selama bertahun-tahun. Bahkan menurut penelitian terbaru, meskipun penggunaan pupuk kimia dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan, namun hasil tersebut hanya bersifat temporer (sementara), sedangkan penggunaan pupuk kimia secara membabi-buta dan dalam jangka panjang bukan saja mengeksploitasi unsur hara yang terdapat pada tanah, namun juga mengakibatkan lahan menjadi keras dan menurun tingkat kesuburannya, hingga berujung menjadi padang pasir yang gersang, juga mengurangi kualitas air tanah, serta membahayakan kesehatan makhluk hidup lainnya termasuk manusia dan pelaku pertanian itu sendiri.

Pak WAR dan pak DK menyadari hal tersebut, dan melakukan perubahan didalam metode bertaninya. Tanah adalah pondasi seperti kita membangun gedung tinggi. Sehingga untuk dapat membangun pertanian yang sukses (apapun tanaman budidaya nya) maka pembenahan tanah menjadi kuncinya. Sebelumnya hasil panen tanaman hortikultura KENTANG dari pak WAR dan pak DK mencapai 12,5 ton per Ha permusim tanam atau sekitar 400 – 500 kg per patok ( 1 patok mempunyai luasan 400 m2 ). Bagi sebagian petani hasil tersebut sudah mencukupi dan Alhamdulilah memenuhi kesejahteraan keluarganya.

Namun pak WAR dan pak DK merasa masih ada yang bisa dilakukan utk meningkatkan hasil pertaniannya. Pencarian informasinya membawa beliau bertemu dengan tim marketing Ultragen. Sesudah mendapat penjelasan dan juga pemahaman teknik pengolahan tanah yang baik dari tim Ultragen, diputuskan untuk mencoba produk dari Utragen yaitu Ultragen Pertanian untuk tanaman Hortikultura.

Kabar gembira disampaikan kepada tim Ultragen oleh beliau, bahwa teknik bertani yang tepat dan ketekunan didalam pelaksanaannya membuahkan hasil yang luar biasa. Pada musim panen Kentang ini, beliau memperoleh hasil yang memuaskan yaitu hasil panen kentang mencapai 23 ton per Ha atau sekitar 910 kg per patok.

Saat ini selain pada tanaman kentang, beliau juga sudah mengembangkan teknik bertani dengan Ultragen untuk komoditi pertanian lainnya yakni wortel dan kol, dan juga tanaman perkebunan yakni Jati Best Super Hibrid dan pohon jambu jamaika

Selamat atas keberhasilan yang dicapai pak W Abi Rakeyan dan Bapak Dhanny Koeswandi, Maju terus Pertanian Indonesia.

pengolahan lahan pertanian

pengolahan lahan pertanian

proses fermentasi Ultragen

Proses fermentasi Ultragen

pengolahan lahan pertanian 3

Pengolahan lahan pertanian

pengolahan lahan pertanian 2

Pengolahan lahan pertanian

hasil panen 5

Hasil panen

hasil panen 4

Hasil panen

hasil panen 3

Hasil panen

hasil panen 1

Hasil panen

Tautan permanen menuju artikel ini: http://pupukorganik.co/keberhasilan-panen-hortikultura-bersama-ultragen/

Indonesia diharapkan dapat swasembada pangan dalam 3 tahun

swasembada

TEMPO.CO, Subang – Presiden Joko Widodo atau Jokowi berjanji akan memenuhi semua yang

dibutuhkan untuk program swasembada pangan. “Minta 69 ribu traktor, ya sudah, beli. Anggaran kami

beri untuk pupuk, benih. Saya beri semuanya,” kata Jokowi setelah menyerahkan penghargaan

Adhikarya Pangan Nusantara 2014 di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Subang, Jawa Barat, Jumat,

26 Desember 2014.

Menurut Jokowi, Indonesia harus sudah bisa mandiri atau swasembada pangan dalam tiga tahun. “Tidak

boleh ditawar,” ujarnya.

Jokowi mengaku geregetan karena Indonesia masih harus mengimpor beras. Jokowi juga malu ketika

pertama kali bertemu dengan Presiden Vietnam di Cina Summit beberapa waktu lalu. Menurut Jokowi,

saat itu Presiden Vietnam bertanya mengenai rencana Indonesia membeli beras dari negara itu. “Kata

dia, ‘Presiden Jokowi, kapan mau beli beras lagi dari Vietnam?’ Ayo, malu tidak,” tuturnya menirukan

ucapan Presiden Truong Tang Sang.

Karena itu, sepulang dari pertemuan tersebut, Jokowi langsung memanggil Menteri Pertanian Amran

Sulaiman. “Saya tidak mau ada pertanyaan seperti itu lagi dari kolega saya, presiden atau perdana

menteri negara lain,” katanya. Jokowi ingin Indonesia bisa swasembada pangan dalam waktu singkat.

Tautan permanen menuju artikel ini: http://pupukorganik.co/indonesia-diharapkan-dapat-swasembada-pangan-dalam-3-tahun/

Bagaimana Budidaya Tanaman Padi cara SRI ?

S R I (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION)  

APA ITU SRI ?

Adalah Cara Budidaya Tanaman Padi yang intensif dan efisien dengan proses management system perakaran dengan berbasis pada pengelolaan : Tanah, tanaman dan Air . Tanaman padi sebenarnya mempunyai potensi yang besar untuk menghasilkan produksi dalam tarap tinggi, ini hanya akan dicapai bila kita membantu tanaman dengan kondisi baik untuk pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat dilakukan melalui proses pengelolaan : Tanah, Tanaman dan Air.

DASAR PEMAHAMAN PRAKTEK SRI

Tanaman padi sawah berdasarkan praktek SRI ternyata bukan tanaman air tetapi dalam pertumbuhan membutuhkan air, dengan tujuan menyediakan oxygen lebih banyak di dalam tanah, kemudian tidak tergenang akar akan tumbuh dengan subur dan besar. Maka tanaman dapat menyerap nutrisi/makanan sebanyak-banyaknya.

BAGAIMANA BUDIDAYA TANAMAN PADI CARA SRI ?

wikipedia.org / Jacob

images by : wikipedia.org / Jacob

Persemaian Untuk SRI dapat ditanam pada pipiti (Besek), kotak, plastik atau nampan hal ini memudahkan untuk pengamatan dan seleksi benih yang terus-menerus dapat dilakukan. Kebutuhan pipiti adalah 60-70 buah ukuran 15 x 15 Cm per 0,14 Ha (100 bata) (420 – 490 buah per Ha). Tanah dalam pipiti sebagai media tumbuh benih dicampur dengan pupuk organik dengan perbandingan 1 : 1. Persemaian dapat disimpan di halaman rumah. Kebutuhan benih per 100 bata (0,14 Ha) adalah 0,7 – 1 Kg (4,9 – 7 Kg per Ha). }

Cara Tanam Benih ditanam pada umur 7 – 10 hari setelah semai. Jumlah bibit perlubangnya hanya satu (tanam tunggal), dasar pemikirannya adalah ketika bibit ditanam banyak maka akan bersaing satu sama lain dalam hal nutrisi, oxygen dan sinar matahari. Bibit ditanam dangkal dan perakaran horizontal seperti hurup L, hal ini dilakukan jika akar tekuk ke atas maka bibit memerlukan energi besar dalam memulai pertumbuhan kembali, dan akar baru akan tumbuh dari ujung tersebut. }

Jarak Tanam  Berdasarkan pengalaman SRI, baik jika ditanam dengan jarak tanam lebar, antara lain 25 x 25 cm, 27 x 27 cm atau 30 x 30 cm. Dengan jarak tanam lebar dapat meningkatkan jumlah anakan produktif, karena persaingan oxygen, energi matahari dan nutrisi/makanan semakin berkurang. }

Pemupukan, Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, berasal dari bahan organik seperti hijauan (jerami, batang pisang dan sisa tanaman lainnya, kotoran hewan : kambing, sapi, ayam, kelinci dan kerbau), serta limbah organik. Bahan-bahan tersebut lebih baik dikomposkan. Untuk memperkaya nutrisi yang dibutuhkan tanaman, untuk membantu mempercepat penghancurannya (Dekomposisi) sebaiknya dikembangkan proses permentasi dan pengelolaan Micro Organisme Lokal (MOL) yang terbuat dari tulang-tulang ikan, limbah kotoran hewan, buah-buahan, sebagai campurannya menggunakan air beras, air kelapa dan sebagai bahan pengawetnya dicampur air tebu, air nira, lahang/gula yang fermentasi selama 15 hari. Kebutuhan pupuk organik adalah 5 – 7 ton per Ha dengan catatan jerami yang ada di lahan dikembalikan ke dalam tanah}

Pengelolaan Air Dan Penyiangan Umur padi vegetatif keadaan lahan dalam kondisi lembab (air kapasitas lapang), Sebelum penyiangan sebaiknya lahan digenangi 2 – 3 cm beberapa jam untuk memudahkan penyiangan pada umur 7 – 10 hari setelah tanam. Selanjutnya penyiangan dilakukan selang waktu sepuluh hari sebanyak minimal 3 kali penyiangan. Dengan pengelolaan air dimaksudkan untuk memudahkan pelaksanaan penyiangan, Pada saat anakan maksimum kurang lebih umur tanaman 47 –55 hari setelah tanam sebaiknya lahan dalam kondisi kering selama 10 hari. Hal ini dimaksudkan untuk menghambat proses pertumbuhan vegetatif dan menghemat keadaan nutrisi untuk tidak digunakan dalam pertumbuhan tunas yang tidak produktif dan menghambat tanaman tidak terlalu tinggi,setelah sepuluh hari dikeringkan, kondisi lahan kembali macak – macak selama masa pertumbuhan malai, bulir, pengisian bulir hingga bernas, selanjutnya air dikeringkan kembali hingga saatnya panen. }

Pengendalian Hama Pada saat terjadi perubahan populasi serangga menjadi populasi yang merusak dan  merugikan (hama), dilakukan dengan jurus – jurus konsep PHT  (Pengendalian Hama Terpadu)  secara utuh dengan berprinsip pada :  (1) Budidaya tanaman sehat,  (2) Pendayagunaan fungsi musuh alami,  (3) Pengamatan  berkala dan  (4) Petani  ahli  PHT  serta  tidak  menggunakan  pestisida sintetis (buatan pabrik). }

Produksi Berdasarkan kajian oleh petani/kelompok tani di beberapa Kabupaten di Propinsi Jawa Barat, hasil produksi SRI 6,8 – 9,2 ton/ha GKP. Dibeberapa studi yang dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya (Kec. Parung ponteng) muncul produksi 12, 48 ton/ha GKP, Kabupaten Ciamis (Kec. Banjarsari) 13,76 ton/ha GKP, Kabupaten Garut (Kec. Bayongbong) 12,00 ton/ha GKP .

oleh : Berkah Tani Unggul

Tautan permanen menuju artikel ini: http://pupukorganik.co/bagaimana-budidaya-tanaman-padi-cara-sri/

Mengapa Harus Menggunakan Ultra Gen

Anda Lelah dengan produksi pertanian anda yang terus merosot?

Anda Punya masalah dengan kondisi lahan yang tidak subur?

Lahan pertanian anda semakin kritis akibat pemakaian pupuk an organik yang terus menerus?

Anda Kesulitan mendapatkan pupuk yang berkualitas, dan harganya yang terus naik?

Banyak Merk Pupuk Organik yang beredar dipasaran, dan anda kesulitan untuk memilih yang terbaik?

 

 

STOP!!!!!

Pupuk Hayati ULTRA GEN SOLUSINYA….

Pupuk Hayati Cair ULTRA GEN

 

13 ALASAN MENGAPA ANDA HARUS MENGGUNAKAN PUPUK ULTRA GEN?

 

1. Pupuk Ultra Gen memiliki 5 komponen utama yang sangat dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan hasil produksi tanaman yaitu Mikroba Penyubur Tanah, Hara Makro-Mikro, Asam Humus, Hormon ZPT dan Pestisida Alami

2. Pupuk Ultra Gen telah diriset lebih dari 7 Tahun dan telah dilakukan ujicoba di seluruh kondisi tanah di Indonesia dan berbagai komoditi tanaman budidaya.

3. Pupuk Ultra Gen, Pertama di Indonesia yang mengandung lebih dari 24 mikroorganisme unggul yang mampu hidup bersama dan saling bersimbiosis

4. Pupuk Ultra Gen, menggunakan mikroba yang diambil dari kearifan lokal Indonesia dan terbukti mampu menyatukan perbedaan mikroba-mikroba yang lain menjadi 1 harmonisasi (Bhinneka Tunggal Ika)

5. Pupuk Ultra Gen, Pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Nano untuk merekayasa unsur hara menjadi partikel yang sangat kecil ,sehingga mudah diserap oleh perakaran tanah

6. Pupuk Ultra Gen telah teruji dan terbukti untuk mengembalikan kesuburan pada lahan Kritis, marginal, gambut dan berpasir

7. Pupuk Ultra Gen telah mendapatkan sertifikasi dari HAKI, Hak Paten, Litbang Tanah Kementerian Pertanian RI, IPB Bogor, Sucofindo dan ijin edar dari Departemen Pertanian

8. Pupuk Ultra Gen telah terbukti meningkatkan hasil produksi tanaman budidaya hingga diatas 100%

9. Pupuk Ultra Gen telah terbukti meningkatkan efisiensi dan penghematan biaya produksi

10. Pupuk Ultra Gen dapat digunakan bersamaan dengan penggunaan pupuk kimia, herbisida dan pestisida kimia

11. Pupuk Ultra Gen 100% Organik dan tidak berbahaya bagi lingkungan

12. Dibimbing secara teknis oleh team penyuluh dari perusahaan

13. Memiliki no customer service yang bisa dihubungi setiap waktu untuk konsultasi

 

 

Tautan permanen menuju artikel ini: http://pupukorganik.co/mengapa-harus-menggunakan-ultra-gen/

Pupuk Hayati Organik ULTRA GEN

Pupuk  Hayati Organik ULTRA GEN

Perpaduan Mikroba “Bhinneka Tunggal Ika” dan Unsur Hara hasil Teknologi Nano

Pupuk Organik Ultra Gen

Pupuk Organik Hayati Ultra Gen

Pupuk Hayati “Ultra Gen” adalah merupakan pupuk hayati cair yang mengandung lebih dari 24 mikroorganisme unggul dan gabungan unsur hara hasil rekayasa teknologi Nano, yang bekerja secara sinergi holistik dan berperan sebagai “pabrikasi” unsur hara dan “manajer” dalam mengelola keseimbangan unsur hara dalam tanah. Pupuk Ultra Gen mampu menguraikan zat-zat kimia/beracun dalam tanah, menghasilkan hormon pertumbuhan, meningkatkan pertumbuhan tanaman mulai dari akar, batang, daun, bunga dan buah serta meningkatkan imunitas bagi tanaman dan melindungi tanaman dari hama penyakit.
Mikroba “Bhinneka Tunggal Ika”
Pada umumnya Koloni mikroorganisme  memiliki sifat dan peran yang berlainan yang terkadang dapat saling membunuh, padahal mikroba-mikroba yang berlainan jenis tersebut memiliki peran dan keunggulannya masing-masing. Namun setelah ditambahkan koloni mikroba hasil riset dari tim Ultragen ternyata koloni mikroba tersebut mampu mempersatukan segala macam perbedaan jenis mikroba-mikroba yang ada menjadi suatu fungsi yang luar biasa dalam proses perbaikan tanah dan peningkatan hasil produksi tanaman budidaya Itu sebabnya pupuk mikroba temuan tim Ultragen ini dinamakan Mikroba “Bhinneka Tunggal Ika” yang merupakan mikroba yang berasal dari kearifan lokal Bangsa Indonesia.
Unsur Hara Makro-Mikro hasil Teknologi Nano
Pupuk adalah makanan bagi seluruh jenis tanaman, tanaman mengambil makanan dengan cara menghisap melalui “pori pori” yang ada pada ujung akar, ujung daun dan seluruh bagian tanaman yang berada di atas tanah.
penyerapan hara oleh akar
penyerapan hara oleh akar
Penerapan teknologi Nano dalam proses produksi pupuk Ultra Gen adalah menciptakan suatu “unsur hara” yang memiliki karakteristik slow release (lepas lambat) dan tersusun atas partikel yang sangat kecil (nano). Makin halus ukuran hara makin mudah atau makin cepat di serap dan dicerna oleh tanaman baik perakaran, stomata dan jaringan meristem. Karena lebih mudah dan lebih cepat diserap dan dicerna, maka jumlah pemakaian pupuk akan dapat dihemat tanpa mengganggu hasil produksi panen.
Pupuk yang menggunakan teknologi nano bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan hara, perlindungan tanaman dari hama penyakit, serta meningkatkan hasil produktivitas tanaman dengan efisiensi dan penghematan sumberdaya lahan.
Riset dan Legalitas
Pupuk Ultra Gen merupakan hasil riset dari tim Ultragen yang telah dilakukan sejak tahun 2005. Pada kuartal ketiga 2013 lalu, pupuk “Ultra Gen” ini resmi dipasarkan dan   telah diakui dengan sertifikasi dari Sucofindo, Litbang Tanah Kementerian Pertanian RI, Institut Pertanian Bogor dan telah mendapatkan ijin edar dari Departemen Pertanian ( No. 03.02.2013.089 ) serta dilindungi oleh hak paten dari Dirjen HAKI. Saat ini Pupuk Ultra Gen sedang melakukan proses Sertifikasi Organik Internasional dan SNI.
Sejarah Pupuk Ultra Gen
Proses riset Pupuk Ultra Gen dimulai sejak 2005, Pupuk ini awalnya lebih dikenal masyarakat dengan sebutan pupuk MOL (Mikro Organisme Lokal). Karena mikroba-mikroba yang ada, dikumpulkan dari berbagai daerah di Indonesia.
Karena bentuknya cair, pada waktu itu tidak banyak petani yang mau mencoba. Karena dianggap belum melakukan pemupukan jika hanya melakukan penyemprotan, karena para petani lebih terbiasa menggunakan pupuk padat/granul.
Percobaan dan demplot mulai sering dilakukan terutama di daerah Kebumen dan sekitar jawa tengah yang kaya akan lahan pertanian. Dari ratusan demplot yang dilakukan ke para petani akhirnya formula pupuk ini mulai disempurnakan.
Salah satu fakta yang dihadapi adalah bahwa tidak semua area pertanian itu cocok dengan mikroba yang ditemukan. Setiap area atau lahan pertanian memiliki karakteristik tanah dan kesuburan yang berbeda.
penyimpanan mikroba
penyimpanan mikroba
Demikian pula tidak semua mikroba dapat disatukan dalam wadah yang sama, dikarenakan sifat dan karakter mikroba yang berbeda. Dari ratusan jenis mikroba yang dikumpulkan, hanya maksimal 9-10 jenis mikroba saja yang dapat hidup bersama dalam 1 tempat.
Sampai pada suatu ketika, team survey Ultragen melakukan perjalanan ke Kalimantan Barat dalam rangka peluang bisnis perkebunan Kelapa Sawit. Lahan Perkebunan di Kalimantan Barat terkenal dengan lahan gambut yang cukup tebal, sehingga sangat sulit ditanami oleh tanaman apapun karena kadar keasamannya yang cukup tinggi.
Team survey menjumpai sekelompok tanaman yang tumbuh dengan subur dan lebat ditengah lahan gambut yang sangat tebal. Diduga pasti ada mikroorganisme lokal yang mampu menciptakan ekosistem sehingga tanaman tersebut dapat tumbuh dengan subur.
TANAH-GAMBUTAkhirnya ketika sample tanah dibawa ke Jakarta untuk diteliti di laboratorium, ditemukan sekelompok mikroba yang memiliki fungsi untuk mengatur harmonisasi antar kelompok mikroba yang berlainan jenis. Sehingga terjadi synergi holistic antar mikroba yang dapat menciptakan suatu ekosistem yang baik
Terjawab sudah masalah yang dihadapi, sehingga formulasi pupuk Ultra Gen semakin disempurnakan. Tidak berhenti disini, demplot demi demplot pun dilakukan dan mulai diarahkan kepada perbaikan lahan kritis dan marginal. Bahkan tim Ultragen telah mencoba penerapan Teknologi Nano pada proses produksi pupuk Ultra Gen untuk meningkatkan kinerja pupuk dan efisiensi dari segi biaya.
Aplikasi Ultra Gen paa lahan berpasir
Aplikasi Ultra Gen pada lahan berpasir
Demplot Pupuk Ultra Gen yang dilakukan oleh tim Ultragen pada lahan kritis dan marginal, pertama kali dilakukan pada lahan ex tambang batubara di Kalimatan Timur. Hasilnya cukup mencengangkan, dalam waktu 6-8 bulan saja, area yang sebelumnya tandus dengan tingkat keasaman tinggi (pirit) dapat dikembalikan menjadi hijau.
Pengalaman ini membuat tim Ultragen semakin percaya diri untuk terus mengembangkan formulasi pupuk ultra gen menjadi lebih baik. Kali ini demplot diujicobakan pada lahan berpasir dan berbatu bekas tambang batu split di Temanggung – Jawa Tengah. Dari tanah yang awal mulanya gersang dan berpasir akhirnya bisa ditanami kembali.
Formulasi Pupuk Ultra Gen ini telah terbukti sangat ampuh pada lahan gambut, kritis dan marginal serta bekas tambang untuk mengembalikan lahan kepada fungsinya yaitu sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Tidak heran perusahan-perusahan tambang dan perkebunan di Kalimantan yang memiliki lahan gambut yang cukup luas, memulai melirik Pupuk Ultra Gen untuk dijadikan pupuk utama dalam kegiatan reklamasi dan budidaya.
Pupuk Ultra Gen telah diuji dan teruji diberbagai komoditi pertanian dan perkebunan. Serta telah dikembangkan dan diaplikasikan lebih dari 7 tahun dalam proses penelitian dan pengembangan produknya.
Aplikasi Ultra Gen di Qatar

Aplikasi Ultra Gen di Qatar

Perlahan tapi pasti, keampuhan pupuk Ultra Gen ini tidak hanya dikenal didalam negeri sendiri, tapi mulai terdengar hingga ke mancanegara. Brunei Darusalam, Timor Leste dan Qatar adalah negara-negara lahan tandus yang memiliki keinginan besar untuk mengatasi masalah pertanian di negara mereka.
Dengan adanya kombinasi antara teknologi mikroba “Bhinneka Tunggal Ika” dan Teknologi Nano yang merupakan teknologi karya anak bangsa, diharapkan petani dapat meningkatkan hasil produksi. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan secara petani secara umum dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Hasil perpaduan Dua Teknologi ini menghasilkan hasil produksi tanaman budidaya meningkat secara dahsyat dengan biaya yang sangat efisien.
Cara Aplikasi Pupuk Ultra Gen pun sangat mudah. Cukup mencampurkan 100 liter air pada 1 Liter Pupuk Ultra Gen, maka pupuk ini bisa langsung siap diaplikasikan baik melalui penyemprotan, penyiraman atau pengocoran.
Untuk hasil yang lebih baik, disarankan untuk melakukan proses fermentasi terlebih dahulu selama min 48 jam,  sebelum dilakukan pemupukan. Karena pada saat proses fermentasi dilakukan, terjadilah pelipatgandaan mikroba yang dapat membelah diri berulangkali. Dalam proses fermentasi ini pun dihasilkan berbagai macam enzim baik hormon pertumbuhan (ZPT), asam amino, dll. Yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman baik secara vegetatif maupun generatif.
Cara fermentasinya pun sangat sederhana, cukup menambahkan  1 Liter Pupuk Ultra Gen, 1 Kg Gula ,  yang semuanya itu dilarutkan dalam 18 liter air bersih dalam jurigen 20 liter yang tertutup rapat selama min 48 jam.
Namun jika tidak ingin repot, tetap bisa menggunakan cara langsung, walaupun hasilnya tidak sebagus jika dilakukan proses fermentasi terlebih dahulu.
Penyemprotan/penyiraman pada tanaman sebaiknya dilakukan pada pada pagi hari atau sore hari dengan kondisi tanah agak lembab/basah. Pada 2-3 kali penyemprotan pertama difokuskan kepada tanah dan perakaran. Yang bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan memperkuat perakaran. Penyemprotan berikutnya dapat dilakukan secara merata mulai dari akar, batang dan daun untuk mempercepat proses pertumbuhan vegetatif. Jika tanaman sudah tinggi/besar, tidak perlu seluruhnya disemprot, tapi cukup di sekitar perakaran saja.

Berikut Beberapa Hasil Dokumentasi hasil Penggunaan Pupuk Ultra Gen di lapangan:

 

Aplikasi Ultra Gen pada tanaman Jagung

Aplikasi Ultra Gen pada tanaman Jagung

perbandingan pemakaian ultra gen dan tidak
ultra gen buah nagapepaya ultra gen
Ultra Gen Pada Lahan Gambut

 

Aplikasi Ultra Gen di Qatar

Aplikasi Ultra Gen di Qatar

singkong ultra gen

 

Aplikasi Ultra Gen di Perkebunan
Aplikasi Ultra Gen di Perkebunan

 

 

aplikasi lahan berpasir

 

 

perbandingan pemakaian ultra gen dan tidak

pepaya ultra gen

 

tembakau ultra gen

Tautan permanen menuju artikel ini: http://pupukorganik.co/pupuk-ultra-gen/