Keyword 1

Keyword 2

«

»

Cetak ini Pos

Mengenal Pupuk Hayati dan Manfaatnya dalam Pertanian

Saat ini terdapat berbagai macam pupuk yang beredar di pasaran. Berbagai pertanyaan pun seringkali terlontar mengenai perbedaan pupuk-pupuk tersebut. Dalam artikel ini kami akan mengulas tentang Pupuk Hayati yang banyak membawa manfaat dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Vermicompost

Pupuk Hayati adalah pupuk yang hidup, sesuai dengan namanya pupuk ini adalah pupuk yang kandungan utamanya adalah mikroorganisme. Pupuk ini diyakini sebagi pupuk yang istimewa karena memiliki banyak fungsi, selain sebagai suplai hara tanaman, pupuk ini juga dapat berfungsi sebagai proteksi tanaman, mengurai residu kimia dan berbagai manfaat positif lainnya.

Pupuk hayati terdiri dari inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman. Inilah yang bagi sebagian orang, pupuk ini sebenarnya kurang tepat disebut dengan istilah pupuk, mengapa? Karena pada prosesnya, pupuk ini hanya menambah hara, sedangkan pupuk ini sendiri tidak memiliki hara.
Dalam bahasa lainnya pupuk hayati disebut biofertilizer dan juga menyebutnya pupuk bio. Kandungan dalam pupuk jenis ini adalah mikororganisme yang memiliki peranan positif bagi tanaman.

Kelompok mikroba inilah yang sering digunakan untuk menambat N dari udara, mikroba yang melarutkan hara (terutama P dan K) serta kelompok mikroba-mikroba yang merangsang pertumbuhan tanaman. Pupuk hayati juga dapat dikombinasikan dengan beberapa jenis bahan pembawa tertentu sebagai media tinggal atau tumbuh dari mikroba yang terkandung didalamnya.

Jadi untuk perbedaan pupuk hayati dan jenis pupuk lainnya terletak pada kandungan mikroorganisme di dalamnya. Mikororganisme inilah yang datang membawa berbagai manfaat positif.

Sejarah Perkembangan Pupuk Hayati di Dunia
Tumbuhnya kesadaran masyarakat dan petani akan dampak negatif penggunaan pupuk kima dan sara pertanian modern lainnya terhadap lingkungan, membuat sebagian kecil beralih ke pertanian konvensional ke pertanian organik. Pertanian jenis ini mengandalkan kebutuhan hara melalui pupuk organik dan masukan-masukan alami lainnya.

Barulah penggunaan pupuk hayati dipopulerkan kepada petani untuk mengatasi permasalahan penggunaan pupuk buatan, disamping menggantikan peran pupuk organik dalam membantu hasil pertanian. Juga dalam rangka membantu tanaman memperbaiki nutrisinya.

Biofertilizer pertama yang dikomersialkan adalah rhizoba, yang diperkenalkan dua orang ilmuan Jerman bernama F. Nobbe dan L Hiltner, proses menginokulasi benih dengan biakan nutrisinya dipatenkan. Inokulan sendiri saat ini dipasarkan dengan nama Nitragin, yang sudah lama diproduksi di Amerika Serikat.

Pada tahun 1930 hingga 1940 an, berjuta-juta hektar lahan di Uni Soviet ditanami dengan berbagai tanaman yang diinokulasi dengan Azotobacter. Azotobacter ini diformulasikan dengan berbagai cara dan disebut dengan pupuk bakteri Azotobakterin. Pupuk dari jenis bakteri lain yang juga telah digunakan secara luas di Eropa Timur adalah Fosfobakterin.

Pupuk ini mengandung bakteri Bacillus Megaterium. Bakteri ini diduga oleh beberapa peneliti mampu menyediakan fosfat yang terlarut dari pool tanah ke tanaman. Tetapi pada akhirnya penggunaan kedua pupuk ini terhenti.

Penggunaan peralatan pertanian yang lebih modern dan pupuk berbahan kimia, adalah tanda dimulainya revolusi hijau. Dalam jangka panjang terbukti penggunaan bahan kimia justru akan menghambat produktifitas pertanian dan produk yang dihasilkan merugikan kesehatan.

Pada saat terjadi kelangkaan energi di dunia karena krisis energi pada tahun 1970-an, dunia baru tersadar untuk memberikan perhatian terhadap penggunaan pupuk hayati yang lebih untuk meningkatkan produksi pertanian.

Pada mulanya, perhatian lebih dipusatkan pada pemanfaatan Rhizoba, hal ini didasarkan karena memang tersedianya nitrogen yang banyak di atmosfer dan juga pengetahuan tentang bakteri penambat nitrogen ini sudah banyak, serta menggunakan pupuk hayati penambat nitrogen memang sudah lama ditekuni.

Narasumber : Adhinitirtaagro.blogspot

Tautan permanen menuju artikel ini: http://pupukorganik.co/mengenal-pupuk-hayati-dan-manfaatnya-dalam-pertanian/